FENOMENA KEPEMIMPINAN FENOMENAL (The Phenomenon of Phenomenal Leadership)

Authors

  • Lany Erinda Ramdhani

DOI:

https://doi.org/10.24258/jba.v11i3.203

Abstract

Joko Widodo, Tri Rismaharini and Ridwan Kamil are three people whose names are shown frequently in mass media for their leaderships on their cities, Solo, Surabaya, and Bandung. Besides for showing that their leaderships has become the main factor in a positive change that exist in their regions, this study also want to give a portrait of how the change approach and leadership style that is applied in each cities. This study apply qualitative method through descriptive approach. Data was compiled from literature studies taken from books, journals, research, newspaper, bulletin, and others. The results of the study show that Jokowi and Emil have the same approach which is the combination of Rasional-Empiric and Normative-Reeducativeapproach. On the other hand, Risma uses NormativeReeducative and Environmental-Adaptive approach. In the aspect of Leadership style, three of them have applied transformational approach, but Emil combined it with Charismatic style. Although with litte difference, their approaches model and leadership styles havemade them a successfull leader with the highest achievements, who are ableto transform their cities to a better place to live in, that has many positive improvements by times within the framework ofthe embodiment
ofbureaucratic reform.
Keywords :leadership, change approach, phenomenal, leadership

Joko Widodo, Tri Rismaharini dan Ridwan Kamil adalahtiga nama yang beberapa tahun belakangan ini namanya sering muncul dan menghiasi media berkat keberhasilan kepemimpinannya di Solo, Surabaya dan Bandung.Studi ini selain bertujuan untuk mengungkapkan bahwa faktor kepemimpinan mereka menjadi faktor utama dalam perubahan positif yang terjadi di daerah masing-masing, juga ingin memotret seperti apa pendekatan perubahan serta gaya kepemimpinan yang mereka gunakan di masing-masing daerah tersebut. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui pendekatan studi kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai bahan dari buku, jurnal, hasil penelitian, koran, bulletin, serta data dan informasi lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jokowi dan Emil mempunyai model pendekatan yang sama yaitu gabungan antara pendekatan Rasional-Empiris dan Normatif-Reedukatif,  sedangkan Risma menggunakan model pendekatan Normatif-Reedukatif dan Lingkungan-Adaptif. Untuk model kepemimpinan, ketiganya menganut  gaya kepemi mpi nan t r ansf or masi onal ,  t etapi  Emil memadukannya dengan gaya kepemimpinan karismatik. Meski ada sedikit perbedaan,  namun model  pendekatan dan gaya kepemimpinan tersebut menjadikan ketiganya sebagai  pemimpin yang berhasil  dengan tingkat keberhasilan yang paling tinggi, yang berhasil menjadikan daerahnya mengalami perubahan positif dari waktu ke waktu dalam kerangka perwujudan percepatan reformasi birokrasi.
Kata Kunci : kepemimpinan, pendekatan perubahan, fenomenal, kepemimpinan

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

How to Cite

Ramdhani, L. E. (2016). FENOMENA KEPEMIMPINAN FENOMENAL (The Phenomenon of Phenomenal Leadership). Jurnal Borneo Administrator, 11(3), 268–297. https://doi.org/10.24258/jba.v11i3.203